Khutbah Jum’at – 20130308

Mari kita jalankan semua perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Hanya keimanan dan ketakwaan yg akan dibawa pada saat berjumpa dg اَللّهُ kelak.

Sesungguhnya semua makhluk hidup di dunia tidak ada yg tidak mati. Tanpa kecuali, baik atasan atau bawahan, kaya/miskin, dst. “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (Ali ‘Imran(3):145)

Karena kematian sesuatu yg pasti maka kita mesti siapkan perbekalan utk mati. “Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al Hadiid(57): 20)

Ada orang yang mati dengan membawa rasa cinta, takut pd adzab, malu kpd اَللّهُ sesuai dg amal masing2 saat di dunia. Orang ini senantiasa bdzikir, sehingga hatinya tenang dan khusyuk, padahal baru menyebut nama-Nya, belum berjumpa dengan-Nya. Maka bisa dibayangkan, jika menyebut namanya saja hati sudah tenang, maka pd saat berjumpa akan lebih menyenangkan.

Hakikatnya, orang yang gemar berdzikir itu akan selalu tenang .“Ingatlah, hanya dengan dzikir kepada Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS ar-Ra‘d(13): 28)

Rasululloh SAW bersabda bhw kematian itu media yg menyenangkan bagi kaum muslim. “Mati mendadak suatu kesenangan bagi seorang mukmin dan penyesalan bagi orang durhaka.” (HR. Ahmad)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda bahwa orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian.

“Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah orang-orang cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat’. (HR. Ibnu Majah).

“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekedar lewat (musafir).” (HR. Al-Bukhari)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang senang bertemu Allah, maka Allahpun senang untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak senang bertemu Allah, maka Allah pun benci untuk bertemu dengannya”. ‘Aisyah bertanya,”Wahai Nabi Allah! Apakah (yang dimaksud) adalah benci kematian? Kita semua benci kematian?” Rasulullah menjawab,”Bukan seperti itu. Akan tetapi, seorang mukmin, apabila diberi kabar gembira tentang rahmat dan ridho Allah serta SurgaNya, maka ia akan senang bertemu Allah. Dan sesungguhnya, orang kafir, apabila diberi kabar tentang azab Allah dan kemurkaanNya, maka ia akan benci untuk bertemu Allah, dan Allahpun membenci bertemu dengannya”.

Orang2 yang menjalankan kewajiban & menjauhi larangan2Nya, apabila saat mereka wafat dan jenazahnya ditunda untuk dimakamkan, maka mereka akan berkeluh kesah. “Percepatlah menghantar jenazah ke kuburnya. Bila dia seorang yang shaleh maka kebaikanlah yang kamu hantarkan kepadanya dan bila kebalikannya, maka sesuatu keburukan yang kamu tanggalkan dari beban lehermu.” (HR. Bukhari)

Ucapan innalillah utk menghibur orang2 yg ditinggalkan. “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” (Al Baqarah(2):156). Apakah ada perbedaan ucapan innalillahi dan RIP? Silakan baca di sini.

Orang2 yang baik pada saat hidup dan matinya, kelak akan disiapkan kenikmatan tertinggi, yakni surga. Rasulullah Saw bersabda bahwa Allah Swt berfirman: “Aku menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shaleh apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam benak manusia. Oleh karena itu bacalah kalau kamu suka ayat: ‘Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.’ (As-Sajdah: 17).” (Mutafaq’alaih)

Ada orang yg berjumpa kpd اَللّهُ dengan membawa rasa takut kpd اَللّهُ akan azab yg akan dia dapatkan. Sesungguhnya tiap orang pernah berbuat dosa dan sebaik-baik orang adalah yg berdosa namun melakukan taubatan nasuha.

Namun, ada orang yg ‘menantang’ bahwa mereka tidak apa2 disiksa di akhirat kelak. Karenanya mereka terus berbuat dosa. Naudzubillah

Sementara itu ada orang2 yg membawa malu kpd اَللّهُ karena dosa2 mereka. Orang2 seperti ini tidak akan melakukan maksiat kapanpun dan di manapun karena mereka yakin اَللّهُ akan selalu melihat perbuatan mereka.

Pernahkah kita berpikir, apa kesan orang terhada kita setelah kita mati nanti? Silakan baca di sini.

One thought on “Khutbah Jum’at – 20130308

  1. […] Sebaiknya kaum muslim memfokuskan kegiatan ibadah kpd اَللّهُ di hari jumat. Dengan kata lain, perhatikan bekal utk akhirat. Silakan baca kembali artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang bekal untuk akhirat. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: