Khutbah Jum’at – 20130301

Alhamdulillah,kita bisa menuaikan sholat Jum’at di hari yg cerah ini. Semoga amal perbuatan kita ini dicatat sebagai amal kebajikan.

Rasululloh SAW pernah berpesan kpd para sahabat untuk selalu bertakwa dan istiqomah dalam bertakwa. Sementara itu terminologi takwa adalah melaksanakan segala perintah اَللّهُ dan menjauhi segala larangan-Nya. Sementara istiqomah adalah konsisten, dalam hal ini adalah konsisten bagaimana kta terus tetap bertakwa dan menyempurnakan amalan2 kita.

Perintah untuk bertakwa (dan cara menjadi orang yang bertakwa) bisa dilihat di:

– Al Baqarah(2):177,“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

– Al Baqarah(2):183,“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

– Ali ‘Imran(3):102,“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

– Ali ‘Imran(3):130,“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”

Apa keuntungan menjadi orang yg bertakwa?

“Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.” (Ali ‘Imran(3):198)

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali ‘Imran(3):200)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Al Maidah(5):35)

“Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.” (Al Maidah(5):100)

Kenapa Rasululloh SAW berpesan utk bertakwa & istiqomah dalam hal bertakwa? Karena ternyata kedua hal itu sangat penting bagi kita, umat akhir jaman. Pada saat itu akan ada datang masa ketika kita mengamalkan takwa,maka kita seperti pakaian yg membosankan. Bahkan Rasululloh SAW bersabda,“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang bersabar di atas agamanya seperti memegang bara api”. (HR At Tirmidzi).

Ternyata terbukti, bahwa ajaran Islam yang dibawa Rasululloh SAW dirasa membosankan oleh para umatnya. Makin sedikit orang sholat berjamaah, bersedekah, menjalin silaturahim, dan amalan2 ‘sederhana’ lainnya.

Kenapa Islam dianggap membosankan? Karena ada 3 penyakit yang diderita umat manusia (dan umat muslim). Pertama hatinya seperti garam yg diceburkan ke dalam air. Dengan kata lain, prinsip agamanya cepat berubah sesuai kondisi yg dihadapi.

Yang kita khawatirkan, sebenarnya umat Islam sekarang sudah punya tuntunan yg lengkap, tapi ternyata tidak ada yg mengerti & mau mengamalkan. “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Maidah(5):3)

Islam itu hujjahnya sangat kuat,tapi jika kita tidak bisa memanfaatkan dg baik, maka percuma saja.

Orang yang btakwa,insya اَللّهُ akan ditolong dalam berbagai masalah di dunia. Rejeki pun akan datang dari lokasi/arah yg tidak diduga-duga. “Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. — Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Ath Thalaq(65):2-3).

Kedua, umatku seperti ulat yg dijatuhkan ke dalam minyak. Jika ulat masuk dalam minyak, ulat akan terus bergerak karena minyak yg panas tapi tidak bisa keluar untuk membebaskan dirinya. Maknanya, umat Islam tidak betah dalam berbuat kebaikan. Bahkan lama kelamaan akan ditinggalkan.

Ketiga, memegang kebenaran spt bara api. Jika dilepas,bara api akan padam,namun jika dipegang maka bara api akan membakar tangannya. “Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang bersabar di atas agamanya seperti memegang bara api”. (HR At Tirmidzi).

Memakmurkan masjid spt bara api, ketika ada yg berusaha memakmurkan masjid malah banyak dikritisi. Hati cenderung pada arah kebaikan,namun tekanan lingkungan seringkali membuat kebaikan itu tidak tampak.

Solusinya;

– Perbanyak doa “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan” (Al Fatihah(1):5).

– Masukkan konsep beragama dalam kehidupan/aktivitas dunia

– Berdoa minta petunjuk “Tunjukilah kami jalan yang lurus,” (Al Fatihah(1):6)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: