Khutbah Jum’at – 20091009

Ketika Nabi Musa AS selamat dari kejaran tentara Firaun, ia dan kaumnya masih berada dalam kesulitan. Mereka terisolasi di sebuah padang pasir yg dinamakan Padang Thih. Suhu udara di siang hari sangat panas sementara itu persediaan makanan sudah menipis dan mau habis. Tiada usaha yg dapat mereka lakukan, kecuali menunggu ajal karena lapar, atau ada satu hal yg sangat spiritual, yakni berdoa.

Maka kaumnya minta kepada Nabi Musa AS agar berdoa supaya ALLOH SWT menolong mereka.

Nabi Musa AS pun berdoa, maka turunlah manna, yaitu makanan manis sebagai madu, serta salwa yaitu daging burung sebangsa puyuh. Dan untuk melindungi mereka dari sengatan teriknya matahari, maka ALLOH SWT menurunkan awan untuk mengiri perjalanan mereka.

Kejadian ini dicatat di Al Qur’an, yakni ayat berikut,“Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. — Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitulmakdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik”.” (Al Baqarah(2):57-58)

Akan tetapi, sebagian umat Nabi Musa AS tidak patuh dan tidak taat, sehingga manna dan salwa dihentikan ALLOH SWT.

Ketika Nabi Musa AS tiba di sebuah kampung yakni Baitul Makdis, sebagian umat Nabi Musa AS berkata,”Kami belum mau masuk sebelum semua penduduk kampung itu keluar.”

Sekali lagi, sebagian umatnya tidak mau berterima kasih kepada Nabi Musa AS. Lantas apa yg diderita kaum yg tidak berterima kasih itu? Mereka yg tidak mau ke Baitul Makdis disiksa oleh ALLOH SWT dengan sambaran petir.

“Lalu orang-orang yang lalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang lalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.” (Al Baqarah(2):59)

Kisah di atas menjadi i’tibar (pelajaran) bahwa orang yg tidak mau berterima kasih pada usaha baik oleh manusia akan mendapat marabahaya, baik musibah ataupun azab dari ALLOH SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: