Khutbah Jum’at – 20090911

Persoalan hidup dan mati adalah 2 hal yg tidak dapat dipisahkan. Jika kita menemukan kehidupan, maka kita juga akan menemukan kematian. Ini adalah suatu hukum alam atau sunnatullah yg tidak bisa dihindari dari tiap2 yg bernyawa.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Al Mulk(67):2)

Apabila seorang muslim mengalami musibah, maka hendaknya kaum muslim yg lain ikut menunjukkan rasa duka cita, yg disebut takziah.

Takziyah mempunyai 3 arti. Pertama, solidaritas yg ditunjukkan sekelompok Muslim terhadap kaum Muslim lain yg sdg mengalami musibah. Kedua, tasliyah, yakni memberikan ketenangan dan kesabaran bagi keluarga yg ditimpa musibah. Ketiga, bertujuan memohonkan ampun bagi yg pergi (meninggal) dan memohonkan ketenangan, kesabaran, dan pahala bagi yg ditinggalkan.

Masalah kematian adalah masalah yg selalu bergelimang dengan diri kita masing-masing, meskipun nyatanya kita hidup karena masih ada napas, masih bisa bergerak, dsb.

ALLOH SWT berfirman,“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” (Az Zumar(39):42).

Musibah merupakan salah satu ujian kualitas iman manusia. Semakin besar atau tinggi kedudukan seseorang maka makin besar pula ujian yg diterimanya.

Musibah ada 2 macam. Pertama, berbentuk kesulitan, kematian, kecelakaan, dsb. Kedua, kesenangan dan nikmat yg berlimpah.

Rasululloh SAW bersabda,”Apabila ALLOH SWT mencintai seorang hamba-Nya, maka diberinya banyak bala ujian supaya ALLOH SWT dapat mendengarkan rintihannya memuja dan memuji-Nya.”

Orang biasanya lebih bisa menerima (dan lulus) jika diberi ujian kesulitan. Namun, banyak yg gagal dan lalai apabila diberi musibah berupa nikmat.

Rasululloh SAW mengajarkan doa berikut,“Ya ALLOH, kami memohonkan kepada-Mu iman yg selalu menyertai hati kami, dan keyakinan yg sungguh2 tidak berubah sehingga kami yakin dan sadar bertul tidak satupun mengenai diri kami kecuali memang sudah ditentukan ALLOH SWT.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: