Khutbah Jum’at – 20090327

Sistem demokrasi sebenarnya muncul sebagai antitesis dari sistem monarki dan teokrasi. Demokrasi sendiri bermakna rakyat yg berdaulat, monarki mempunyai makna raja-lah yg berdaulat. Teokrasi sendiri berarti Tuhan (dan/atau wakil Tuhan) yang mempunyai daulat.

Ketiga sistem ini tidaklah pernah bertemu. Bahkan cenderung akan saling menafikan dan berjalan sendiri-sendiri. Terlebih dengan berkembangnya demokrasi liberal yang begitu individualistik, yang menempatkan pilihan manusia menjadi dasar segalanya.

Padahal sudah jelas sekali bahwa pilihan manusia seringkali didasarkan kepada hawa nafsu dan akal semata, yang semua itu mempunyai keterbatasan dan mudah untuk disusupi oleh setan. Dampaknya, seringkali muncul kebijakan-kebijakan yg justru membahayakan secara moral dan politis. Contohnya adalah kebijakan larangan penggunaan jilbab di Perancis serta larangan pendirian masjid di Swiss.

Karenanya dibutuhkan demokrasi yang dipimpin oleh hikmah. Hikmah di sini adalah kebijakan dan kearifan dalam menentukan keputusan/peraturan yg hendak diberlakukan. Berbagai pertimbangan dan sudut pandang mesti dilakukan dan dilakukan pengkajian dengan baik sebelum akhirnya sebuah aturan diluncurkan dan diimplementasikan di masyarakat.

Aturan dan demokrasi yg terjadi di Swiss dan Perancis akan menjadi bola liar yg bisa membahayakan dunia. Bagaimana jika terjadi balasan dari negara2 muslim?

Ketimpangan juga terjadi dalam demokrasi yg selama ini dianut dan ‘diberlakukan’ di dunia. Yang dimaksud demokrasi yg ‘diperbolehkan’ adalah demokrasi yg menindas/merugikan kaum muslim. Jika kaum muslim dirugikan, tidak akan ada pembelaan. Sementara jika kaum muslim yg bereaksi dan menyerang ‘demokrasi’, maka para pembela demokrasi akan berteriak lantang.

Inilah yg disebut dengan ketidakjujuran para pembela demokrasi, yang lebih membela haknya sendiri dan tidak mempedulikan hak orang lain.

Jadi, bagaimana mungkin disebut demokrasi jika diberlakukan dan ditentukan secara sepihak, hanya yg sesuai dengan hawa nafsu mereka yg boleh berkembang?

4 thoughts on “Khutbah Jum’at – 20090327

  1. Azkan Ihsan says:

    trma kash ust, smga Allah mmbals amalnya……
    Teruskan perjuangan mmbumikan Nilai-nilai Islam…

  2. makasih ustadj.penjelasannya sungguh memuaskn.aq tunggu edisi baru

  3. a'an says:

    kalau bisa pake tulusan arab ( dilampirkan tulisan Qur”annya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: