Khutbah Jum’at – 20080229

Tafsir Al Qur’an terbaru (dari Kairo) menampilkan beberapa hal belum pernah dibahas sebelumnya. Sebagai contoh, detail tentang haji, sholat, dsb.

Ambil contoh tentang sholat, terdapat 68 ayat yg terkait dengan keimanan, tauhid, doa, ibadah, ekonomi&bisnis.

Surat Thaha(20):14 menjelaskan tentang tauhid (keesaan ALLOH SWT),“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.”

Kemudian surat Ibrahim(14):40 berisi ibadah (sholat dan doa),“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

Al Fath(48):29 berisi penjelasan bahwa Muhammad SAW adalah utusan ALLOH SWT,“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Penjelasan mengenai waktu sholat bisa kita temukan di An Nisa(4):103,“Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

Dari hasil penelitian ilmuwan Cina, didapatkan bahwa waktu-waktu sholat merupakan saat energi keluar, yg bermanfaat bagi manusia. Berikut penjelasannya:

  • Dhuhur yg dimulai sekitar jam 12 siang merupakan waktu keluarnya energi api. Energi ini berguna untuk memperbaiki jantung.
  •  Ashar merupakan saat keluarnya energi api (yg melemah). Pada saat ashar ini, organ internal memisahkan zat-zat kimia dari jantung dan kandung kemih.
  • Saat Magrib, akan muncul energi air yg bermanfaat untuk memperbaiki ginjal.
  • Waktu Isya berguna untuk mengurangi kelebihan pasokan energi yg masuk.
  • Jam 11 malam, muncul energi kayu yg berguna membasmi racun.
  • Sementara jam 2 malam, energi udara akan lepas. Manfaatnya mencegah kanker dan stres.
  • Jam 4 pagi merupakan saat yg tepat untuk membersihkan jantung dan paru2. Tidak heran, apabila sholat subuh di masjid, sering terdengar orang batuk.
  • Jam 6 pagi merupakan saat berhentinya proses membasmi racun. Pada jam 6, akan muncul energi tanah yang berfungsi memperbaiki pencernaan.

2 thoughts on “Khutbah Jum’at – 20080229

  1. hariyanto27 says:

    BULETIN 1

    Ditulis oleh hariyanto27 di/pada Maret 12, 2008

    1

    Artinya :

    “Hai kaum kami dengarkanlah orang yang menyeru kepada Allah dan percayalah kepadanya niscaya Allah mengampuni kamu akan dosa-dosamu dan menyelamatkan kamu dari siksaan yang pedih”. (Al Ahqaf, ayat 31)

    Ayat tersebut di atas Allah telah mengatakan agar kamu sekalian manusia (kaum); tidak perduli kamu dari golongan apapun, apakah itu Hindu, Budha, Nasrani atau yang lain bahkan Islam itu sendiri, juga apakah itu orang Thariqat, hakikat, syariat, atau ma’rifat dsb. Allah memerintahkan kamu agar mengikuti Orang yang menyeru kepada Allah dan percayalah (beriman) kepadanya. Artinya orang itu hanya semata-mata mengajak kamu kepada Allah bukan mengajak kamu kepada yang lain, apakah itu ilmu ataupun amal yang selama ini kamu jalani. Lebih jelasnya buat kamu sekalian, bahwa Orang Itu sebenarnya mengemban tugas dari Allah untuk

    menyatukan umat dan untuk membesarkan Allah semata-mata. Dan percayalah (beriman) kepadanya sebab dialah Orang yang menjelaskan ayat-ayat Tuhan kepadamu, dan seorang Khalifah dimuka bumi untuk diikuti dan menjadi petunjuk dan pedoman bagi kamu selaku manusia

    Artinya :

    “Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertaqwa dan supaya kamu mendapat rahmat”. (Al A’raaf ; 63)

    Dan tentang kedatangannya kamu tidak usah heran atau bingung apalagi meragukannya, melainkan kamu dituntut ikut kepadanya,

    Orang Itu merupakan kabar gembira bagi orang yang percaya (beriman), sekaligus peringatan bagi orang yang ingkar (kafir), untuk apa dibuatkan demikian!. Supaya dia memberi pringatan kepada kamu sekalian manusia sekarang ini, seperti dahulupun telah pula ada orang yang memberi peringatan seperti ini agar kamu benar-benar bertakwa dan mendapat rahmat dari Allah SWT.

    Jangan lagi kamu katakan sekarang ini, apabila Orang Itu membacakan Kalam-kalam Qadim (Al Qur`an), kamu mengatakan “ini dulu, sekarang mana ada lagi seperti ini”, Sebab :

    Artinya :

    “Ketika dibacakan kepadanya ayat-ayat kami mereka berkata ini hanya dongengan orang-orang dahulu kala”

    (Al Qalam; 15)

    Kenyataan kamu memang demikian sering kali mengatakan apa yang ada di AlQur’an itu hanya untuk orang dahulu, jika begitulah hal keadaannya kamu berikan saja Kitab ini kepada orang dulu, padahal sebenarnya “Alqur’an itu tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. Yang lebih hebatnya lagi sekarang ada segelintir orang yang pandai dalam berbahasa arab mereka bahkan sanggup menjual ayat-ayat Al Qur’an dengan harga yang sedikit,

    Kami sangat menegaskan kepada saudara-saudara, tuan-tuan, dan umat manusia yang lain, untuk berpikir dan menggunakan akalnya dan lihatlah apakah dirimu itu yang tergolong orang-orang yang mendustakan ayat-ayatnya serta menolak dan mengingkari kedatangan Orang Itu.

    Jika demikian bersegeralah kamu kepada taubat dengan sebenar-benar taubat bagaimanakah itu ? datangi Orang Itu. Rasullullah SAW bersabda : “setelah Aku ini ikutilah ulama karena ulama itu adalah pewaris para nabi”. Kamu memang dituntut untuk percaya tidak sebatas kepada rasul saja namun kepada penerusnya apakah itu Ulama , Khalifah, Imam, Syeikh, Saksi, yang mereka itu semua adalah pemimpin umat, yang kedatangan mereka harus kau ikuti bukan malah sebaliknya, menentangnya.

    Dan memang banyak dalam riwayat dikisahkan kedatangan orang-orang itu, manusia dimuka bumi atau kamu senantiasa menolaknya, Syeikh Abdurrauf Singkli (Syeikh Kuala ) Aceh diusir dari kampungnya, Imam Ghozali difitnah bahkan dimusuhi, Imam Syafii dicambuki oleh Sultan hanya untuk mengatakan Al Qur’an ini Qadim (sedia) Syeikh Besilam juga demikian difitnah memakan harta murid-muridnya, dan sekarang telah datang dikotamu penerusnya yang membacakan ayat-ayat Al Qur’an kepadamu dengan nyata, namun kamu lempari rumahnya dengan batu bahkan kamu musuhi dan mengatakan itu ajaran sesat. Apakah kamu yang benar itu ?

    Jika kamu benar ajaklah manusia kepada Allah jika kau sanggup, kamipun akat ikut kepadamu jika kau benar!.. karena kita tidak buat umat berpecah belah namun agar jadi satu dan bertasbih kepada Allah serta membesarkan agamanya dan menguatkannya, tapi kalau tidak bisa mengapa kamu harus menyombongkan diri. Itu menandakan bukan kamu orang yang dimaksud itu!… mengerti.

    Ketika mereka (Imam, Syekh, Ulama) itu wafat kamu selalu memujinya, padahal sebagian kamu bukan pengikutnya ketika itu, bisa jadi penentangnya, yang lebih tololnya lagi kuburannya pun kamu sembah (Syeikh Abdurrauf Singkli) bahkan ada yang Memberikan uang (duit) (syeikh Besilam). Entah apa yang ada didalam otak manusia ini dikiranya hal yang demikian akan membawakan berkah dan rahmat baginya, padahal ayat tersebut diatas sudah jelas ketika ia hiduplah kamu ikut kepadanya (percaya) maka kamu dapat rahmat, kalau sudah wafat apanya yang sama kamu?, ikutilah penerusnya. Dan sekarang telah ada orang yang menyeru kepada Allah apakah kamu tetap pada pendirian kamu ?.. jika demikian tunggulah janji Allah terhadap orang-orang yang menolak kedatangan Orang Itu.

    Dan Allah SWT berfirman:

    “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal Allah belum membuktikan siapa-siapa orang yang berjihad diantara kamu dan siapa yang sabar”

    (Ali Imran ; 142)

    ayat tersebut diatas Allah sangat menekankan dan sangat mempertegas tentang hal siapa orang-orang yang berhak masuk surga. Jika belum nampak bagi Allah bahwa kamu berjuang untuk-Nya, maka jangan kamu katakan kamu masuk surga. Terkadang dan kebanyakan dari manusia ini selalu mangatakan hal demikian, bahkan ada yang mengatakan “kami tidak akan disentuh api neraka melainkan hanya sebentar saja!…., Kapan kamu mendapat janji dari Allah bahwa kamu tidak akan masuk neraka sehingga Allah tidak memungkiri janjinya “(Al Baqarah, 80)

    Bagaimanakah berjanji kepada Allah ? , sangat mudah sekali, kamu datangi saja Utusannya (Rasul), atau penerusnya (Pemimpin) yang dari kamu itu, nah dia itulah yang akan mengambil janji kepadamu sehingga kamu sudah berjanji kepada Allah.

    Itulah yang dinamakan kamu mengambil janji dari sisi Allah atau Tali Allah atau Waliullah, maksud dari sisi Allah atau Tali Allah itu bukan seperti yang ada dalam otak kamu, jangan berpikir nanti tali Allah itu terjulur dari langit kebumi, bukan…bukan itu. Namun tali Allah itu maksudnya adalah penerus-penerus risalah ketuhanan baik itu dari Adam As sampai kepada Muhammad SAW anak ‘abdullah dan Dari Muhammad SAW anak ‘abdullah sampai kepada para ulama dan Pemimpin-pemimpin umat seterusnya.

    Jadi demikian yang dapat kami sampaikan, sebagai kesimpulan jika kamu menolak bahkan menentang kedatangan orang itu atau penerus itu maka sungguh Allah menetapkan Azab yang pedih, dan kami mengkhabarkan hal demikian untuk menyatakan kepada tuan-tuan dan saudara-saudara sekalian bahwa pemimpin dan orang itu telah datang dikota ini yang menjelaskan dan membacakan ayat-ayat Tuhan itu dengan nyata kepada kamu sekalian.

    Dan kami juga menyimpulkan ambillah janji dari sisi Allah, agar apapun yang kamu katakan memang tidak dusta lagi, jika tidak, Allah sendiri akan mengazabmu dan jangan pernah lagi mengatakan bahwa kamu akan masuk surga padahal kamu tidak pernah berjihad. Bahkan kamu lebih mencintai harta benda, istri-istrimu, anak-anakmu, bapak-bapakmu, nenek-nenek moyangmu daripada Allah. Maka nyatalah bagi kami bahwa kamu adalah pembohong yang besar.

    Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku

    Sekarang kami membuka pintu untuk berdiskusi, musyawarah ataupun pertemuan wadah lainnya baik itu diundang atau mengundang. Yang tujuannya agar umat ini bersatu, dan mempunyai pemimpin (Ulama, imam, Khalifah, dsb). Tidak beribadah sendiri –sindiri atau menganggarkan ilmunya masing-masing dan menyatakan mereka paling benar. Sungguh hal demikian adalah membuat kerusakan dimuka bumi.

    Seruan kami ini untuk semua kalangan apakah itu muda maupun tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, bahkan untuk orang yang berilmu juga alim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: