Khutbah Jum’at – 20071221

Sifat takabur/lebih mulia mesti dikikis. Islam memberi pedoman, bahwa manusia punya asal yang sama, sehingga dilarang saling ejek terhadap suku/bangsa yang lain. ALLOH SWT sudah menegaskan bahwa Dia menciptakan manusia dalam berbagai ras dan suku bukan untuk berpecah belah. Perhatikan Al Hujurat(49):13,“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Dari ayat di atas, terutama yang digaris tebal, menunjukkan bahwa perbedaan yg ada pada diri manusia mengharuskan manusia saling mengenal.

Rasululloh SAW sendiri sudah bersabda,“Hai ummat manusia! Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah satu. Ingatlah! Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang lain Arab; tidak pula ada kelebihan bagi orang lain Arab atas orang Arab; tidak juga ada kelebihan orang yang berkulit merah atas orang kulit hitam; dan tidak pula orang kulit hitam atas orang kulit merah, melainkan lantaran taqwa, sebab sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu ialah yang paling bertaqwa kepada Allah.” (Riwayat Baihaqi)

Dengan demikian, yang membedakan manusia (di hadapan ALLOH SWT) hanyalah tingkat ketakwaannya kepada ALLOH SWT. Karenanya, sesama muslim dilarang saling mencela/mengejek. Dalam Al Hujurat(49):11, ALLOH SWT berfirman,“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.”

Iblis adalah makhluk pertama yang takabur. Padahal, makhluk yang takabur akan ‘dibayar’ kontan akibat sikap takaburnya itu! Iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam as, karena menganggap dirinya lebih hebat. Hal ini bisa dilihat di Al Baqarah(2):34,“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”

Akibat sifat takaburnya, Iblis diusir dari surga, Al A’raaf(7):13,“Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.”

Sikap takabur iblis ini mesti dijadikan i’tibar (nasehat) bagi kita, agar kita berlaku lebih baik, dengan menghilangkan sifat takabur dari dalam diri kita.

One thought on “Khutbah Jum’at – 20071221

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: