Khutbah Jum’at – 20070921

Dalam surat Ath Thalaq(65), mulai dari bagian akhir ayat 2 hingga ayat 3, disebutkan bahwa ada 3 keistimewaan orang yg bertakwa:
1. ALLOH SWT akan memberinya jalan keluar/solusi bagi setiap permasalahan yg dihadapi
2. ALLOH SWT akan memberi rejeki dari arah yg tidak dia sangka
3. ALLOH SWT akan mencukupkan segala kebutuhannya

Tujuan mewajibkan shaum/puasa di bulan Ramadhan, tiada lain untuk menjadikan orang beriman sebagai orang yg bertakwa (Al Baqarah(2):183). Namun alasan puasa adalah untuk menyeleksi dan menguji orang2 yg beriman, sebagaimana disebut dalam Al Ankabut(29):1-3,”Alif laam miim. == Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? == Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yg dusta.” Dari ujian yg diberikan ini, akan terlihat siapa orang yg benar2 beriman dan siapa yg berdusta kepada-Nya.

Sebagaimana telah diutarakan pada khutbah terdahulu, bahwa ujian terbagi menjadi 2, yakni ujian yg ‘manis’ seperti mendapatkan kemudahan dalam harta, jabatan, serta ujian yg ‘pahit’ seperti menderita kemiskinan, sakit, dst. Puasa di bulan Ramadhan merupakan ujian yg ADIL, karena semua orang mesti melakukan hal yg sama, entah itu orang kaya atau miskin, tua atau muda, semua yg beriman akan rela dan ikhlas menjalani ujian ini.

Puasa tidak hanya dilakukan oleh manusia. Beberapa hewan juga melakukan puasa dalam kehidupan mereka:
1. Ayam betina saat mengeram juga berpuasa
2. Saat ular hendak ganti kulit, dia juga mesti berpuasa
3. Ketika ulat hendak berubah menjadi kupu2, dia menjelma menjadi kepompong terlebih dahulu. Saat itulah, dia berpuasa

Untuk mendapatkan rahmat di bulan puasa, maka:
1. Memperbanyak takwa
2. Mendengarkan dan menghayati Al Qur’an, terutama apabila dibaca oleh seseorang
3. Tidak memutuskan tali silaturahim
4. Apabila melakukan transaksi (jual beli), hendaklah dilakukan dengan ramah

Untuk bertaubat secara sungguh-sungguh (taubatan nasuha), maka mesti melakukan:
1. Menyesali perbuatan/maksiat yg dilakukan
2. Berjanji tidak akan mengulangi maksiat tersebut
3. Jika berkaitan dg masyarakat/manusia, maka mesti minta ridho/keikhlasan. Apabila melakukan korupsi, maka harta korupsinya mesti dikembalikan

Untuk selamat dari api neraka, maka:
Jalankan semua perintah ALLOH SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.

One thought on “Khutbah Jum’at – 20070921

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: