Khutbah Jum’at – 20070518

Umat Islam di Indonesia sudah menjalankan berbagai macam ideologi sejak kemerdekaan didapat. Akan tetapi, dari sekian banyak ideologi yg telah dijalankan, ternyata TIDAK ADA SATUPUN yg terbukti bisa membawa bangsa Indonesia ke dalam kehidupan yg lebih baik. Satu2nya ideologi yg belum (tidak mau?) dicoba untuk dijalankan adalah ideologi Islam. Padahal, dengan ideologi Islam, insya ALLOH kehidupan yg lebih baik (dunia-akhirat) akan bisa dicapai, karena ideologi Islam sudah menyediakan panduan lengkap untuk bernegara dan hidup.

Keengganan menggunakan ideologi Islam, nampaknya terkait dengan perang pemikiran (ghazwul fikri) yg dilancarkan musuh2 Islam.

Dalam Al Maidah(5):49, ALLOH SWT telah berfirman,“…Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.”

Manusia yg tidak mau menegakkan hukum ALLOH SWT terbagi menjadi 3 bagian:
1. Orang dzalim
2. Orang kafir
3. Orang fasik

Sesungguhnya solusi yg ditawarkan oleh ideologi2 selain ideologi Islam BUKANLAH solusi terbaik. Hal ini dikarenakan solusi2 tersebut dibuat dengan tolok ukur manusia, yg notabene sangat terbatas kemampuannya, baik kemampuan berpikir ataupun kemampuan lainnya. Sementara solusi ideologi Islam sangatlah mudah, yakni:
1. Kembali ke Al Qur’an dan Sunnah Rasul.
Rasululloh SAW telah menegaskan hal ini dengan haditsnya yg sangat akrab di telinga kita. “Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Dan tidak akan terpisah keduanya sampai keduanya mendatangiku di haudh.” (HR. Imam Malik)

Hanya saja, masalahnya adalah kaum muslim (terutama di Indonesia) tidak mau menerapkannya, dengan berbagai alasan. Sungguh ironi, sebagai kaum mayoritas, umat Islam di Indonesia malah ‘kalah pengaruh’ dibandingkan kaum minoritas.

2. Menjalankan dan menjaga 3 hal:
Menjaga lisan. Hindari perbuatan berbohong, terutama membohongi rakyat, terlebih rakyat yg sedang mengalami musibah. Padahal rakyat sudah cukup menderita dengan musibah yg beruntun mereka alami, tidak perlu lagi diperparah dg hal2 yg ‘tidak perlu’.
Bentengi rumah tangga dengan agama Islam. Jika tiap pemimpin rumah tangga membekali tiap anggota keluarga dg bekal agama yg mumpuni, insya ALLOH tidak akan terjerumus kepada kejahatan. Bekal agama ini tentu saja tidak sekedar formalitas, namun juga selalu menjadi petunjuk kehidupan.
Memperbanyak taubat. Tentu saja taubat yg dilakukan adalah sebenar-benarnya taubat (taubatan nasuha). Silakan membaca kembali artikel taubatan nasuha untuk lebih jelasnya.

One thought on “Khutbah Jum’at – 20070518

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: