Khutbah Jum’at – 20070511

Jika kita merujuk pada surat At Tahri(66):8, maka kita akan dapati ayat tentang taubat nasuha (sudah pernah aku bahas juga di sini). Ayat tersebut berbunyi,”Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.” Dari ayat tersebut, bisa disimpulkan, bahwa dengan taubatan nasuha, maka insya ALLOH, SEMUA dosa dan kesalahan yg pernah kita perbuat akan diampuni ALLOH SWT.

Dan apabila kita mau untuk merenung/melakukan introspeksi (muhasabah), maka kita akan dapatkan kenyataan bahwa diri kita PASTI PERNAH berdosa dan berbuat salah, serta melanggar perintah dan larangan ALLOH SWT. Hanya orang yg sombong, serta TIDAK MUNGKIN ada di dunia ini, yg menyatakan dirinya bersih dari dosa dan kesalahan.

Jika kita merujuk kepada perbuatan salah, sebenarnya perbuatan salah ini sudah dilakukan oleh bapak manusia, yakni nabi Adam as dan istrinya, Siti Hawa. Mereka berdua berbuat salah, dengan melanggar larangan ALLOH SWT, untuk tidak mendekati dan tidak makan buah khuldi. Penyebab mereka melanggar adalah karena bujuk rauyu dan tipu daya setan. Meski demikian, sesungguhnya semua Nabi dan Rasul bersifat ma’sum, yakni senantiasa dijaga ALLOH SWT dari perbuatan salah.

Al Qur’an sendiri mendokumentasikan bujuk rayu setan dan kesalahan Nabi Adam as dan Siti Hawa di dalam surat At Thaha(20):120-121,”Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” — Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.”

Namun, Al Qur’an juga mencatat bahwa Nabi Adam as dan Siti Hawa segera menyadari kesalahan yg telah mereka perbuat. Selanjutnya mereka menyesal dan memohon ampun, kepada ALLOH SWT, atas kesalahan dan dosa yg mereka perbuat. Ini tercatat di surat Al A’raaf(7):23,”Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.”

Dalam Al Baqarah(2):36-37, dituliskan juga bagaimana ALLOH SWT mengirimkan Nabi Adam as dan Siti Hawa ke bumi sebagai hukuman atas kesalahan yg mereka perbuat. Namun Dia juga menyatakan bahwa kesalahan Nabi Adam as dan Siti Hawa DIAMPUNI.”Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”. — Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

Sayangnya, manusia seringkali mengulur-ulur waktu untuk bertobat dan beramal saleh. Mereka mengulur waktu hingga akhirnya pada saat ajal tiba, mereka tidak pernah bertobat untuk kesalahan2 mereka, serta tidak bisa beramal saleh seperti yg pernah mereka janjikan.

Penyesalan akan datang kepada mereka pada saat di hari Akhir kelak, sebagaimana dicatat di surat Al Munaafiquun(63):10-11,”Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” — Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Semoga kita termasuk orang yang bersegera dalam bertaubat nasuha dan beramal saleh, agar tidak termasuk dalam golongan orang2 yg menyesal kelak. Aamiin.

One thought on “Khutbah Jum’at – 20070511

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: