Khutbah Jum’at – 20130405

Tema kali ini mengenai 2 kalimat yg ringan untuk diucapkan oleh lisan namun berat di timbangan akhirat. Kalimat tsb: subhanalloh wa bihamdi. Kalimat ini bisa kita ucapkan di saat2 senggang kita. Kedua kalimat ini seringkali kita ucapkan usai sholat, melalui dzikir. Bisa juga kita lakukan di kesempatan lain, misalnya di saat kondisi jalan macet. Daripada mengeluh dan ngomel2 serta mencaci maki tidak jelas, lebih baik berdzikir seperti ini. Cara ‘menghabiskan’ waktu di saat menghadapi kemacetan adalah dengan membaca Al Qur’an, terutama jika anda punya target khatam Al Qur’an dalam waktu sebulan.

Nasihat seorang ulama, beliau mengajak kita untuk memahami kalimat tasbih, tahmid, takbir dalam kehidupan sehari-hari, agar berbekas dan tiap aktivitas kita didasarkan kalimat tsb.

- Saat mengucap tasbih, سُبْحَانَ اللّهُ,masukkan ke dalam hati+pikiran kita, jadi bukan sekedar lisan. Tapi ucapkan dg pelan, hayati, hingga meresap. Tasbih mencerminkan diri kita adalah pribadi yang kotor, banyak aib, cacat. Hanya karena rahmat اَللّهُ maka semua itu tertutup. Saayangnya byk yg lebih sibuk mengurus aib orang lain. Ketika kita melihat org lain ada cacat,maka itu hal yg wajar krn sempurna hanya اَللّهُ semata. Seringkali kita bilang org sombong, namun tyt kita lebih sombong.

- Saat mengucap tahmid, الْحَمْدُ لِلَّهِ , munculkan perasaan dan ungkapan bersyukur dan memuji hanya kepada اَللّهُ dari dalam hati+pikiran kita. Betapa banyak nikmat yg telah kita terima, tapi seberapa sering kita bersyukur? Insya اَللّهُ akan muncul aura positif dalam kehidupan kta dan dalam tiap aktivitas kita.

Mari kita ingat kembali firman اَللّهُ dalam surat Ar Rahman, yg sering diulang-ulang,“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Kita mesti lebih sering melihat sisi positif daripada sisi negatif, sehingga badan kita pun akan bereaksi sehat, insya اَللّهُ kita bisa lalui hidup di dunia dengan perasaan senang+bahagia.

Jika kita selalu berpikir positif, maka Insya اَللّهُ kita akan disukai banyak orang.

- Ketika mengucap takbir, اَللّهُ اَكْبَرُ , maknai bahwa kita tidak ada artinya, karena kita kecil. Insya اَللّهُ kita akan terhindar dari benih2 kesombongan. Saat mulai sholat, kita bertakbir dan mengangkat kedua tangan yg menyatakan kehambaan kita pada اَللّهُ, sementara tangan dilipat mengingatkan bahwa kita akan mati dg tangan dilipat.

Jangan pernah kita masuk dalam pintu kesombongan, karena iblis jatuh derajatnya dan diusir dari surga karena sifat dan perilakunya yg sombong.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 903 other followers

%d bloggers like this: