Khutbah Jum’at – 20140103

Di bulan Rabiul Awal ini, lahirlah anak manusia yang akan mengubah dunia. Lahir di tahun gajah, anak manusia ini diberi nama Muhammad oleh kakeknya, Abdul Muththalib, yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.
- “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Al Bazzaar)

- “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Al Anbiya(21):107)

Bagi banyak kaum muslim, maulid Nabi merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan kecintaan pada Nabi Muhammad SAW. Beberapa hikmah diselenggarakannya maulid:
1. Semakin tumbuh rasa cinta pada Rasululloh SAW. Sebagai umat Islam, kita diminta untuk mencintai beliau lebih dari apapun di dunia ini.
- “Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian sampai ia mencintai aku melebihi kedua orang tuanya dan anaknya.” (HR Bukhari)

- Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: Seorang hamba (dalam hadis Abdul Warits, seorang laki-laki) tidak beriman sebelum aku lebih dicintainya dari keluarganya, hartanya dan semua orang. (Shahih Muslim No.62)

2. Meniru gerak dan tingkah laku Rasululloh SAW (sunnah beliau).
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al Ahzab (33):21)
Umat Islam hendaknya menjadikan Rasululloh SAW sebagai idola, bukan tokoh lain, apalagi yg non muslim.

3. Melestarikan perjuangan Rasululloh SAW.
Sesungguhnya Rasululloh SAW sudah mewariskan Kitabullah dan sunnah untuk menjadi pegangan kita. Rasululloh Muhammad SAW bersabda, “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara [pusaka]. Kalian tidak akan tersesat selama-lamanya selagi kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitab Allah (Alquran) dan sunah Rasul.” (HR Malik, Muslim dan Ash-hab al-Sunan)

Ulama adalah pewaris Nabi. “Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu ‘anhu)

Sebagai bagian dari umat Rasul, maka sudah sewajarnya kita mengikuti dan mempelajari ilmu2 dari Rasululloh SAW melalui para ulama. Sayangnya kini para ulama ‘bisa dibeli’ oleh para penguasa. Dan tidak sedikit ulama yg ternyata tidak amanah, dalam artian tidak mewarisi sifat dan perilaku para Nabi. Mereka terlena dengan kehidupan dunia. Tidak heran umat muslim sekarang enggan untuk dekat dengan ulama.

Beberapa kekacauan yg akan dialami kaum muslim, apabila mereka jauh dari ulama (yang benar) antara lain:
1. Hilangnya berkah dari penghasilan/gaji yang didapat kaum muslim

2. Akan dipimpin oleh pemimpin yang zalim

3. Keluar dari dunia (mati) tanpa membawa iman.

ALLOH SWT akan mencabut ilmu (kebaikan) dari dunia dengan cara membuat ulama-ulama meninggal.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 900 other followers